[Puisi] Ketika Senja Pergi, Dirimu Ikut Serta

[Esai] Trip KKN Bag. 4 Berawal dari niat, KKN itu…



Roda waktu terus berputar, Kebahagiaan mendengar kabar anak melahirkan di dunia dan kesedihan berita kematian yang tidak mengenal waktu dan siapa dirimu.

Adapula , para sarjana kampus berlomba-lomba mencari lowongan pekerjaan untuk kelanjutan hidup dan melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Disisi lain, mahasiswa semester akhir dengan perjalanan KKN dan skripsi yang siap menghadangnya untuk mencapai gelar yang diraihnya. Setiap orang memiliki presepsi sendiri tentang KKNnya, begitupula dengan diriku.

Malam itu di perpustakkan pondokku, sembari menunggu pengumuman lokasi KKN sambil duduk mengerjakan makalah seminar mata kuliah ke-2. HPku berdering, pertanda masuk pesan WA, membuatku mengecek grup WA kelas jurusanku.

“Guys,hati-hati! KKN itu bukan hanya pengabdian, ada nanti CINLOK di tempat KKN. Orang pacaran langsung putus karena ada orang yang dia suka pada lokasi KKNnya”

Tertawa kecil melihat pesan teman kelasku. Seketika grup kelas menjadi ribut membahas Cinlok. Cintaku ditemukan pada lokasi KKN. Saat itu, diriku hanya penonton grup kelas , pembahasan ceritanya seputar KKN membuatku terpingkal –pingkal .

Namun, semakin lama senyum itu semakin redup. Saat sadar, meninggalkan pondok dan kesibukan dakwah kampus sebentar lagi akan kutinggalkan. Berganti dengan kesibukan sekolah dan pengabdian pada masyarakat.

Seketika diriku berdiri dari tempat duduk dan mencari kakak-kakak pondok untuk memastikan KKN yang sebenarnya itu dan kerisauhan hati.
“Kakak, siapa yang gantikan amanah **** kalau saya tidak ada?” tanyaku memastikan diri pada kakak pondok

“In Syaa Allah, nantikan ada musyawarah untuk pergantian amanah, yang terpenting dek jangan sampai dirimu menjadi orang tergantikan di jalan dakwah ini dengan turunnya semangat dakwahmu dan sekedar hijab yang terpakai!”
nasehatnya sembari tersenyum tulus

“Iya kak. Lalu kak, coba lihat di grup kelasku. Bahas CINLOK di KKN, Bagaimana kita kak waktunya KKN?” lanjutku bertanya memperlihatkan percakapan grup di kelasku. Kakak yang membersamaiku sejak amanah di LDF sampai sekarang.

Kakak pondok ikut tertawa kecil mengenang kembali masa KKN setahun lalu.

“Dulu, kakak juga ada temannya di posko lain. Putus pacarnya dan punya pacar baru setelah pulang KKN. ! Astagfirullah, sebenarnya itu salah. Pasti, dek tahu juga bahwa dilarang pacaran. Jadi, Jaga pandangan dan hati disana yah dek!” ceritanya sembari memberi petuah lagi

“In Syaa Allah kak, siap…!”

“Dek, Jangan membuat kaget dengan sebar undangan setelah KKN, dapat jodoh orang Enrekang” canda kakak pondok padaku

“Wallahu ‘alam, fokus KKN saja dulu lah^^”

Tutupku mengakhiri percakapan dengan kakak pondok sekaligus kakak seperjuangan dakwah. KKN, akan banyak sejuta cerita yang terkenang.

Untukku dan untuk kalian,
Dari latar belakang apapun kita yang tengah menjalankan KKN
Dari akademisi, aktivis, akitivis dakwah
Ada yang terlupakan, kematian yang tidak mengenal siapa dan waktu
Maka, persiapkan bekal akhiratmu dengan ladang ibadah yang dirimu pupuk
Ibadah, sebuah amalan yang dicintai dan diridhoi Allah
Apapun kita kerjakan, memungut sampah di jalan, membantu ibu desa ataupun mengerjakan proker
Berusahalah bersama diriku dan kalian, jalankan sepenuh hati ikhlas karena ingin mendapatkan pahala dan ridho Allah,
Agar tidak ada rasa dongkol dan berat hati, sekalipun kebaikan tidak dihargai, tidak terlihat maupun disalahpahami.
Maka, jadikan KKN itu untuk ladang ibadahmu
Berawal dari niat, melakukan segala sesuatu selama KKN karena Allah

#30dwcjilid20day4
@pejuang30dwc

"Perjuangan Istiqomah will be end."

Nur Faida, 22 September 2019.

Komentar