Sebagian besar pergi, sedikitnya tinggal
Mereka yang pergi menemukan cerita baru dengan mereka mereka yang baru.
Yang tinggal tetap bersama berkawan dan lebih lekat.
Satu cerita dari yang tinggal.
Mulai dari cari hunian baru untuk ditinggal
Terik matahari jadi saksi, jidat sedikit pekat pulang setelah langkah kaki terhenti karena lelah.
Pilih yang mana? Ah tidak tau, terserah kau saja.
Siang, selanjutnya. Asap kendaraan makin mengepul.
Mau yang mana? Terserah kau saja.
Terserah kau saja, itu jawabannya. Sembari membalikkan badan menyeka air matanya lalu berbalik lagi.
.....
Dapat, ini saja?! Iya itu saja.
4 hari bersama. Setelahnya tangan melambai melepas.. tidak ada air mata, tapi satu hal yang harus kalian tau tangannya mengepal sepanjang bus melaju.
......
Sendiri
Bukan pertama kalinya, tapi setelah sekian lama.
Diusahakan tak jadi soal.
Memang bukan soal, sendiri ternyata asyik meski sepi selalu menghantui. Rutinitas jadi musuh sepi. Bagus silahkan berperang.
Dunia makin canggi. Kalau saya dilantai 1 turun 2 lantai kemudian naik satun lantai, dilantai berapa saya sekarang?.... Betul dunia makin canggi, jarak tak ada artinya, sekarang.
Melihat pameran mereka yang pergi, yakinku mereka baik baik saja. Sekarang tinggal bagaimana membuat menunggu itu menyenangkan.
Baik baik saja.
Musdalifa. Makassar, Sabtu 05 Oktober 2019.
Komentar
Posting Komentar