Petang ini nampaknya cukup jahat, hingga dia akhirnya memisahkan dia, dia, dan dia yang sedari tadi terus bersama duduk berbagi kisah canda dan menikmati saat terakhir untuk sesaat, apa yang menjadi jalan cerita akan tertuliskan selanjutnya ketika dia melangkah kembali ke tanah abdinya. Namun, saat itu perlu dikenang lebih dalam oleh dia, yang rasanya seperti lahir kembali dengan keakraban dia.
Dia wajib menjalankan apa yang jadi tanggung jawab dia d tanah abdi. hari hari dia di isi dengan mencoba untuk memanusiakan yang bukan begitu kah? Bahwa perkembangan zaman membuat dunia pengetahuan menjadi tidak cantik lagi, dia yang ingin dimanusiakan punya banyak jenis dan modelnya, dia harus mengerti bagaimana menjadi dia yang mampu memanusiakan yang bukan manusia selama di tanah abdi.
Dia pernah dengar bahwa dia begitu sulit dalam hidup dia, nyatanya hanya 2 pekan dengan dia, dia, dia dan dia, dia bisa tahu hampir segalanya tentang dia terutama dia yang terlalu tertekan dengan keadaan dia. Menjadi satu-satunya dia yang cucu adam menjelaskan susah nya dia selama di tanah abdi. Dia yang lain ada banyak rasa, seakan akan permen, tapi dia hanya harus mengerti bahwa dia dan dia yang lain akan lama ditanah hunian.
Namun tahukah dia yang disana bahwa ketika dia harus mencapai titik ketidakmampuan saat dia usai menyelesaikan banyak hal pada saat bersamaan. Hingga dia harus meringkukkan diri dengan maksud merasa lebih baik. Dia pun sadar bahwa diamnya dia ketika jatuh pada ketidakmampuan itu mengingatkan dia pada sosok yang sama sama beku dan bisu saat kondisi demikian, iya dia selalu begitu dan dia akhirnya tahu bahwa malam itu dia hanya mengingat dia meskipun dia melihat dia yang adam lain dihadapan dia yang sama pada ketenangan akan ketidakmampuan.
Indah Nur Pratiwi. Enrekang, 02 Oktober 2019.
Komentar
Posting Komentar