kiranya hanya bisa tunduk
Melawan jiwa,
akui ku hendak berontak
Mencekam kaki,
Berambisi pulang
menemui orang-orang terkasih
Melerai pikiran,
menerka-nerka desember kapan tiba
Nyatanya ini persoalan jarak.
Jarak yang menunda temu
Jarak yang tidak mampu lagi kuhitung dengan meteran
Jarak yang mencipta rindu
tak berkesudahan.
Jarak, jarak jarak?
Tertawai saja aku,
Kau pandai mengambil perhatian
Kau lihai memutus
kesibukanku di sana sini.
Tertekan batin seolah dibalik jeruji
Menengadah raga
berharap menemui kota daeng
sekali sepekan,
Atau paling tidak?
sebulan sekali,
Apa mungkin sekali saja
dalam jangka triwulan ke depan
Barangkali hanya angan-angan
ingin temu.
Selamat jarak,
Kali ini aku kalah.
Kulantangkan saja,
Pada waktu dan di tempat ini juga
Adakah yang lebih kejam dari jarak?
Susi Susanti. Polman, 04 Oktober 2019.
Komentar
Posting Komentar