[Puisi] Ketika Senja Pergi, Dirimu Ikut Serta

[PUISI] Menyoal Jarak

Dibilik riuh rasa, 

kiranya hanya bisa tunduk

Melawan jiwa, 

akui ku hendak berontak

Mencekam kaki,

Berambisi pulang 

menemui orang-orang terkasih

Melerai pikiran,

menerka-nerka desember kapan tiba

Nyatanya ini persoalan jarak.

Jarak yang menunda temu

Jarak yang tidak mampu lagi kuhitung dengan meteran

Jarak yang mencipta rindu 

tak berkesudahan.



Jarak, jarak jarak?

​Tertawai saja aku,

​Kau pandai mengambil perhatian

​Kau lihai memutus 

kesibukanku di sana sini.

​Tertekan batin seolah dibalik jeruji

​Menengadah raga 

berharap menemui kota daeng 

sekali sepekan,

​Atau paling tidak?

 sebulan sekali,

​Apa mungkin sekali saja 

dalam jangka triwulan ke depan

​Barangkali hanya angan-angan 

ingin temu.

​Selamat jarak, 

Kali ini aku kalah.

Kulantangkan saja, 

Pada waktu dan di tempat ini juga

Adakah yang lebih kejam dari jarak?



Susi Susanti. Polman, 04 Oktober 2019.

Komentar