Duka ditanah abdi
Langkah yang ringan, awalnya
Membawaku sejauh ini
Berada di tanah mandar
Sebagai abdiku sebagai calon pendidik
Banyak yang keliru sejauh ini
Bahwa mengabdi tak selamanya tentang suka
Ada duka terselip tanpa permisi
Karakter, suku, dan budaya
yang melekat dan mendarah daging
Kawan bawah tanpa tertinggal sedikit pun
Namun kota metropolitan memadu padankan
Tapi tak sepadan
Tuanku dikota padat penduduk keliru mungkin
Atau bisa saja Aku yang keliru
Memandangnya dari sisi negatifnya
Mari saling meluruskan
Kau dengan ceritamu
Dan aku dengan keluhku
Enam puluh hari telah terlewati
Menit yang semakin mencekik
Dan detik yang semakin merongrong
Sang pengadu. Palece, 28 Oktober 2019.
Komentar
Posting Komentar