Hanya menjadi asing untuk menceritakannya, dia yang sebelumnya tersampaikan adalah dia yang telah menjadikan dia marah dan sedih hingga berkali-kali, masa itu hanya 1 bulan lamanya, tapi batu dan batu tidak seharusnya bertemu. Ada masa ketika dia yang memang senang untuk mengintervensi atau lebih pada peduli hanya punya niat baik untuk lebih dekatkan dia pada Tuhan, namun tidak mendapatkan respon yang baik atau saat racun berbentuk asap itu menjadi lebih mahal dari harga seharusnya karena tempatnya yang lebih baik. Namun tidak dapat dia pungkiri bahwa teman dia bercerita susahnya selama kkn di posko dia memang dia, teman posko dia.
Ada momen ketika dia rasanya mendengarkan drama Korea sebanyak 2 episode dengan durasi 1 jam per episodenya jika dia bercerita tentang dirinya. Namun, ada pula masa ketika amarah itu akan bertahan lebih lama dari durasi drama itu. Tidak bisa dia pungkiri bahwa dia, dia, dia, dia dan dia memang punya segudang tugas untuk dituntaskan sehingga emosi, marah dan lain halnya terkadang sulit terbendung.
Haruskah tercerita tentang bagaimana lelahnya saat akan Kuliah Kerja Nyata bertemu dengan momen paling menguras tenaga, akreditasi namanya. Kegiatan ittu hanya terlaksana 1 hari, iya hanya 1 hari dan baru saja selesai tadi, namun tahukah dia bahwa dia dan dia yang lainnya, harus berhadapan dengan hari hari sulit bagaimana untuk mampu menyelesaikan proker, mengajar sekaligus ikut serta dalam persiapan akreditasi itu.
Misalnya saja saat dia yang memang paling sering berada di depan sebuah mesin pencetak harus berada di sana nonstop hampipr 3 hari 3 malam lamanya. Itu sulitnya dia, belum sulitnya dia untuk membagi waktu demi ulangan harian, atau bagaimana sibuknya yang lain melakukan pembenahan mulai dari mengecat, membuat bagan, menulis, dan lain halnya.
Tidak berhenti di sana, saat lelah itu harus menumpuk pada saat bersamaan, ada momen penting yang asing namun cukup familiar untuk dia yaitu ‘Pramuka’ itu namanya, saat dia dan yang lainnya harus sibuk menyelesaikan persiapan akreditasi dia pun ikut ambil andil pelaksanaan pramuka. Bukan tidak suka hanya saja lelah ini sudah luar biasa, namun ketika melihat siswa SMP yang ikut bersenang senang selama di kemah, ada rasa sendiri yang hadir bahwa ini adalah kondisi tepat untuk saling mengakrabkan diri. Bukan hanya dengan para siswa, namun banyak mahasiswa KKN di sana ada yang dia temu yaitu temannya dia, ataukah merekan yang berasal dari tempat lainnya. Menambah jumlah teman dan kenalan bukanlah hal yang buruk untuk dia dan begitu pun dia yang lain.
Tapi ada pula momen ketika dia yang di lokasi KKNnya harus tidak baik-baik saja, entah dia ada di Mamuju atau kah di Polman, intinya rasa saudara dia dengan dia yang lainnya benar-benar terhubung, hingga mereka benar-benar merasakan rasa dia yang lain ketika tidak baik-baik saja. Dan sungguh saat seperti itulah rasa pertemuan benar-benar terharapkan meski dia dan dia yang lain tidak harus menggambarkannya.
Ada kabar duka yang datang dari bagian pengabdian di tanah rantau, dia tidak menyangka bahwa pagi itu adalah akhir dari matanya menatap matahari. Dengan maksud baik untuk menambah pengetahuan, “mari ke laut, dia akan akan berenang dengan para siswanya” nyatanya di laut sana ajal telah menjemput dia. Dan tepat pukul 10 pagi KKN Majene dan Seluruh UNM di hebohkan dengan kabar duka kematian dia. Maksud menolong 7 orang siswa dari kematian, nyatanya dialah yang ditarik oleh kematian. Dia yang lain hanya bisa sekedar mendoakan kepada dia untuk semoga tenang dialam sana.
Ada pula kabar mendung, dari dia yang tinggal di tanah rantau karena harus kehilangan seluruh perangkat penting dalam hidupnya. Bagaimana tidak, dia kehilangan seluruh barang berharganya, padahal hanya beberapa jam, dari mata terlelap, hingga fajar menjemput nyatanya semuanya lenyap diambil oleh tangan panjang nakal tidak tahu diri. Dia yang disana hanya bisa pasrah dan dia yang ditanah pengabdian hanya bisa memberikan semangat kepada dia yang di sana.
Indah Nur Pratiwi, Enrekang.
Komentar
Posting Komentar